
Geliat otomotif dalam negeri akan semakin menggila karena kedatangan mobil LCGC. LCGC merupakan kependekan dari Low Cost Green Car alias mobil dengan harga terjangkau yang tidak merusak ekosistem lingkungan. Kendaraan roda empat jenis LCGC ini diperkirakan akan mendominasi pasar dalam negeri karena sesuai dengan sistem yang dirancang oleh Pemerintah. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan pembukaan pasar otomotif khususnya mobil dengan harga penjualan yang tidak akan melebihi angka Rp. 110 juta, sehingga mobil murah Indonesia ini ditargetkan untuk kalangan menengah ke bawah.
Disamping mobil LCGC harganya yang murah, penggunaan bahan bakar mobil murah Indonesia ini tidak memerlukan volume yang besar. Dengan karakteristik tersebut, maka sudah dapat dipastikan mobil ini memiliki kapasitas mesin yang kecil dan body serta dilengkapi dengan fitur yang minimalis. Hal ini tentu saja diterima dengan terbuka oleh Pemerintah karena sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh Pemerintah. Peraturan yang diterbitkan pertengahan tahun 2013 ini menyebutkan syarat dari mobil LCGC adalah pemakaian bahan bakar yang tidak melebihi dari 1:20.
Namun dalam kemunculan mobil murah Indonesia ini menuai kontroversi. Pro dan kontra dari berbagai lapisan masyarakat mengenai kemunculannya ini terus berlanjut. Opini kontra yang paling menyita perhatian publik luas ialah dari Gubernur DKI Jakarta yaitu Bapak Joko Widodo. Orang nomor satu di DKI Jakarta ini beralasan keberatan dengan kemunculan mobil murah di Indonesia. Gubernur yang lebih akrab disapa Jokowi ini menuturkan kekhawatirannya akan wilayah yang beliau pimpin akan mengalami kemacetan yang lebih parah. Selain itu juga Jokowi menuturkan bahwa Jakarta tidak memerlukan mobil murah, tetapi hal yang lebih diperlukan yaitu infrastruktur angkutan umum yang murah, aman dan nyaman bagi warga ibu kota.
Senada dengan penyataan Jokowi, Pemkot kota Bandung melalui walikota yaitu Bapak Ridwan Kamil, Pemkot Bekasi melalui wali kotanya yaitu Bapak Rahmat Effendi dan Bapak Ifron Hady Susanto selaku Kabag Kerja Sama Pemkot Surabaya keberatan dengan diresmikannya peluncuran mobil murah Indonesia beberapa hari yang lalu di Jakarta. Alasan pemimpin masing kota-kota besar ini sama halnya dengan yang dituturkan oleh Gubernur DKI Jakarta yaitu ketakutan akan semakin parahnya tingkat kemacetan yang akan terjadi. Hal ini pula ditambah dengan semakin terhambatnya program pemerintah kota yang akan mencanangkan transportasi masal bagi setiap warganya.
Disamping opini keberatan yang terus mencuat program Kementrian Perindustrian ini terus berlanjut. Hal ini dibuktikan dengan telah banyaknya mobil murah Indonesia yang melenggang bebas di jalanan kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Sedikitnya ada lima brand otomotif besar asal negeri sakura yang telah meluncurkan produk terbarunya yaitu mobil murah yang ramah lingkungan. Nama-nama besar semisal Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu dan Nissan telah resmi bersedia untuk ikut serta pada program Kementrian Perindustrian. Bahkan ada beberapa brand yang telah mulai menjual produk terbarunya seperti Honda dengan Brio, Toyota dengan Agya dan Daihatsu dengan Ayla.
Pihak Kementrian Perindustrian yakin bahwa program mobil murah Indonesia ini akan memperkecil angka kemiskinan. Selain itu, dukungan pun datang dari Bapak Jusuf Kala. Menurut beliau program ini merupakan terobosan yang inovatif karena masyarakat akan mempunyai kendaraan yang murah sekaligus irit bahan bakar. JK menuturkan bahwa mobil dengan harga mahal pun bisa membuat kemacetan seperti yang dialami di kota-kota besar.






Tulis Komentar Kamu dibawah, pilih Name/URL atau pilih Anonymous.
0 Komentar untuk "Pro dan Kontra Kemunculan Mobil Murah Indonesia"Post a Comment